Gempa Bumi di Haiti

kabar menyedihkan datang dari negara Haiti … mungkin yang di Indonesia sangat asing dengan nama negara ini berikut ini berita yang saya dapatkan dari link sumber mengenai gempa bumi di Haiti yang cukup hebat…T_______T

Port-au-Prince (SIB)
Mengerikan! Sekitar 10.000 jasad korban gempa setiap harinya diangkut ke kuburan massal di Port-au-Prince, ibukota Haiti. Jenazah para korban gempa itu diangkut dengan buldoser dan truk-truk. Menurut angka resmi pemerintah Haiti, sejauh ini diperkirakan 90 ribu orang telah dikubur sejak gempa dahsyat mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu. Sekitar 110 ribu jenazah lainnya diperkirakan masih berada di antara reruntuhan bangunan.
Foultone Fequiert, salah seorang pekerja penguburan, mengaku trauma dengan tugas mengerikan mereka. “Saya telah melihat begitu banyak anak, sangat banyak. Saya tak bisa tidur di malam hari dan kalaupun saya tidur, akan terus-menerus bermimpi buruk,” tutur pria berumur 38 tahun itu. “Kemarin saja saya menerima 10.000 mayat,” imbuhnya seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Jumat (22/1).
Begitu banyaknya korban tewas sampai-sampai para pekerja penguburan tak punya waktu untuk memberikan penguburan yang layak secara agama. Mayat-mayat itu dimasukkan begitu saja ke tanah galian untuk dikubur secara massal.
Organisasi kemanusiaan terkemuka Prancis, Medecins Sans Frontieres mengingatkan, korban jiwa bakal bertambah lagi. Sebab banyak korban gempa yang terluka hingga kini belum diobati. Belum lagi munculnya penyakit-penyakit menular di tenda-tenda pengungsi.
“Ancaman kesehatan berikutnya termasuk wabah muntaber, infeksi saluran pernafasan dan penyakit lainnya di antara ribuan warga Haiti yang tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak dengan sanitasi yang buruk atau bahkan tidak ada,” kata Dr Greg Elder dari Medecins Sans Frontieres.
Saat ini puluhan ribu warga Haiti masih dirawat karena mengalami luka serius di rumah sakit-rumah sakit darurat di Port-au-Prince. Gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti diperkirakan telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang.
Mengerikan! Tiap Hari 50 Orang Diamputasi
Gempa dahsyat yang meluluh-lantakkan Haiti pekan lalu telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang mengerikan. Selain jumlah korban jiwa yang sangat besar, banyak pula warga Haiti yang selamat namun harus rela kehilangan salah satu atau lebih anggota tubuh mereka.
Sudah tak terhitung lagi amputasi yang terpaksa dilakukan para dokter untuk menyelamatkan korban dengan luka-luka serius. Menurut Daniel Rincon, dokter asal Colombia yang bekerja untuk Palang Merah, para dokter bedah setiap hari melakukan rata-rata sekitar 50 amputasi. “Mungkin 300 orang telah kehilangan satu atau kedua kaki atau beberapa bagian tubuh mereka. Dokter-dokter bedah kami bekerja 24 jam sehari,” tutur Rincon seperti dilansir harian Telegraph, Jumat (22/1).
Sekitar 200 ribu orang diperkirakan tewas akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu. Bahkan korban jiwa akan terus bertambah karena banyak korban luka yang belum diobati. Para dokter menghadapi masalah kekurangan pasokan obat-obatan dan peralatan medis modern.
“Kami melakukan 30 operasi pada Selasa lalu. Dalam enam hari sebelumnya kami telah menangani lebih dari 1.000 warga Haiti,” kata Thierry Allafort Duverger, dokter Prancis yang tergabung dalam organisasi kemanusiaan terkemuka Prancis, Medecins Sans Frontieres. Saat ini puluhan ribu warga Haiti masih dirawat karena mengalami luka serius di rumah sakit-rumah sakit darurat di Port-au-Prince, ibukota Haiti.
Adopsi Dipercepat, 100 Lebih Anak-anak Haiti Tiba di Belanda
Lebih dari 100 anak-anak Haiti tiba di pangkalan militer Belanda di Eindhoven. Adopsi mereka dipercepat menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan 7 SR di negara tersebut sembilan hari lalu. Gempa pada 12 Januari lalu menyebabkan korban tewas hingga 200 ribu. Ribuan bangunan di Port-au-Prince, Ibu Kota Haiti, runtuh dan menyisakan puing-puing berserakan.
Dikutip dari AFP, Jumat (22/1), sebagaian anak-anak Haiti dibawa turun dari pesawat dalam balutan selimut. Mereka dipandu masuk ke dalam bus sebelum disambut oleh orang tua angkat. “Sekitar 2,5 jam sebelum mendarat, anak-anak ini mendapat makanan dan banyak energi. Itu semua menjadi satu taman bermain yang besar di pesawat,” ujar Direktur Yayasan Adopsi Belanda (NAS), Macky Schouten.
Meski proses adopsi dilakukan sebelum gempa, namun pengiriman anak-anak ke Belanda mendapat tentangan dari The United Nations Children’s Fund (UNICEF). Mereka menilai pemberangkatan anak-anak tersebut seharusnya bisa ditunda. Sebab, bagi anak-anak yang orang tuanya meninggal, dapat dipertemuakan kembali dengan keluarganya.
Aktivis Organisasi Adopsi Internasional Joan Hansink mengatakan, seharusnya anak-anak itu dapat tumbuh di negeri mereka sendiri. Namun, Benteri Kehakiman Negeri Kincir Angin Ernst Hirsch Ballin beralasan, adopsi itu dipercepat mengingat situasi yang mengkhawatirkan di Haiti. Lagi pula, pemerintah Haiti telah memberikan izin. Menurutnya, dari 106 anak itu, 92 di antaranya diadopsi oleh orang tua Belanda, sedangkan sisanya diadopsi di Luxembourg.
Bank Dibuka, Ratusan Warga Haiti Antre Ambil Uang
Bank Sentral Haiti (BRH) dibuka pertama kalinya sejak sembilan hari pasca gempa berkekuatan 7 SR meluluhlantakkan negara tersebut. Ratusan warga mengantre untuk membuat deposito dan mengambil uang cash. Seperti dilaporkan AFP, Jumat (22/1), bank tersebut dibuka dengan pengamanan super ketat. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap nasabah berikut keabsahan dokumen yang mereka bawa.
Karena kantor BRH hancur diguncang gempa, bank itu didirikan di dekat sebuah perusahaan konstruksi. “Ini untuk sementara. Pelayananannya pun terbatas seperti cek dan pengambilan uang. Bank tidak dapat melakukan transaksi yang lebih rumit seperti penukaran uang,” kata Kepala Keamanan BRH, Yves-Willy Riviere.
Warga Haiti berduyun-duyun mendatangi BRH. Misalnya seorang suster bernama Renee Lafortune. Dia datang bersama ratusan rekan seprofesi yang berasal dari berbagai rumah sakit. “Saya tidak punya uang lagi. Saya juga tidak bisa meminjam uang dari teman-teman saya karena mereka berada dalam situasi yang sama,” ucap Renee.

sumber ini di lansir dari http://www.hariansib.com
biarpun mereka jauh … tapi kita bisa berdoa buat mereka … semoga kuat dan tidak pantang menyerah …
may God bless them ….

Categories: News around the World | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: