wkwkwk gambarnya XD
Masalah bahaya radiasi ponsel memang sudah sering terdengar dari dahulu….dan kita sering mengabaikannya begitu saja karena tuntutan jaman dan era komunikasi yang semakin maju… coba lihat semua orang sekarang memiliki handphone mulai dari yang tua sampai yang kecil ( anak SD aja sudah memiliki HP) …
Di balik semua kemudahan berkomunikasi, telepon genggam memunculkan kekhawatiran, terutama bagi kesehatan. Pemicunya, penelitian Vini Gautam Khurana, ahli bedah saraf dari Universitas Nasional Australia, Canberra, yang dipublikasikan pada akhir Maret lalu.
Selama 15 bulan, Khurana menelaah lebih dari 100 penelitian yang telah dilakukan berbagai lembaga, tentang keselamatan penggunaan telepon seluler. Hasil penelitian itulah yang menimbulkan gelombang reaksi besar hingga sekarang, karena Khurana menyatakan penggunaan telepon seluler akan memicu epidemi tumor otak, yang akan membunuh lebih banyak orang ketimbang rokok. Menurut riset profesor peraih 14 penghargaan medis ini, penggunaan telepon seluler–langsung dari handset–lebih dari 10 tahun akan menggandakan risiko terkena kanker otak.
Tidak hanya Khurana yang punya perhatian besar terhadap dampak buruk penggunaan telepon seluler, lembaga penelitian bergengsi lain juga demikian. Pada Juni lalu Mobile Telecommunications and Health Research di Inggris, bekerja sama dengan Imperial College, London, mengadakan penelitian besar-besaran tentang apakah telepon genggam bisa memicu gejala kanker otak, alzheimer, dan parkinson. Penelitian yang didanai pemerintah Inggris dan sejumlah perusahaan seluler ini akan “membuntuti” 90 ribu orang responden selama setahun. Lalu mengevaluasi dampak kesehatannya.
Menjawab kekhawatiran dunia akan bahaya telepon genggam, Organisasi Kesehatan Dunia juga telah meluncurkan Health Evidence Network. Ini merupakan layanan informasi Organisasi Kesehatan Dunia Kantor Regional Eropa, sebagai referensi bagi pengambil keputusan di bidang medis.
Ternyata, menurut organisasi kesehatan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa ini, bukti bahwa radiasi telepon seluler dapat memicu tumor otak, tumor pada sel saraf pendengaran, tumor kelenjar saliva, leukemia dan limfoma, masih “lemah dan tak bisa disimpulkan”. Alasannya, orang hanya memakai telepon dalam waktu terbatas–bukan sepanjang hari secara terus-menerus.
Meski begitu, lembar fakta Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan, tidak ada bukti bukan berarti tidak ada efek. Harus ada penelitian lanjutan yang lebih spesifik untuk tiap-tiap kasus. Untuk itu, pada Oktober 2009, organisasi ini akan mengeluarkan rekomendasi resmi tentang aturan menggunakan telepon genggam, tentu saja berdasar penelitian yang lebih kredibel. Khurana sendiri menyarankan untuk membuat penelitian dampak penggunaan telepon seluler dalam jangka 10-15 tahun, agar menghasilkan “kajian ilmiah yang solid”.
Belum adanya kepastian tentang tingkat bahaya penggunaan telepon seluler itulah yang menjadi masalah. Para dokter di Indonesia menyatakan, meski pemakaian telepon seluler meningkat belakangan ini, belum ada penelitian di Tanah Air tentang bahayanya bagi kesehatan. Menurut Silvia F. Lumempouw, dari berbagai kasus penyakit saraf yang ia tangani–termasuk alzheimer dan neuroma akustik–belum pernah ada yang terkait langsung dengan penggunaan telepon genggam. Spesialis saraf dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Dharma Nugraha ini menyatakan, radiasi dari seluler sebetulnya tak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan sumber radiasi lain seperti rontgen atau CT-scan. Para pekerja medis yang setiap hari berurusan dengan radiasi pun aman, apalagi “cuma” telepon.
Silvia juga mengingatkan, sebetulnya kita juga dikelilingi radiasi dari televisi, radio, komputer, dan berbagai peranti lain. Karena itu, ia menyarankan, kita juga wajib mewaspadai gejala akibat penggunaan handphone yang berlebihan. “Teknologi kan diciptakan untuk memudahkan, bukan untuk membuat sakit,” katanya.
Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) ini membandingkan telepon genggam dengan obat. Jika sebelum dipasarkan, obat harus sukses melalui serangkaian proses (dicoba di hewan, lalu di manusia, kemudian di orang sakit), alat-alat teknologi pun seharusnya begitu. “Mesti ada aturan dari sisi kesehatan, sebelum produk itu dipasarkan,” kata Silvia. Jangan hanya berorientasi pada kecanggihan tapi tak mementingkan sisi medis.
Himawan W.H. juga menyatakan hal senada. Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan di jaringan Rumah Sakit Mitra Internasional ini menyebut semua radiasi pada dasarnya berbahaya. Namun radiasi dari telepon genggam relatif kecil.
Selain dari telepon genggam, potensi radiasi di sekitar kita yang patut diwaspadai adalah penggunaan microwave, telepon tanpa kabel, paparan sinar matahari langsung, dan penerbangan. Laporan United States Federal Aviation Administration menyatakan, mereka yang terbang secara rutin terekspos radiasi setara dengan 170 kali dipindai sinar X. Karena selalu mengarungi udara itulah, pramugari dan pilot lebih rentan terkena kanker.
beberapa tips yang dapat diikuti untuk meminimalisir dampak radiasi hp : check this out!!
- saat hp dalam keadaan standby sebaiknya hp diletakan pada kantong celana ( bagi perempuan maupun laki” sekalipun) sebaiknya jangan meletakkan hp di dalam saku baju… kenapa?? karena saku baju letaknya berdekatan dengan jantung… dan bagian penting dari wanita ( khusus perempuan) jadi sangat disarankan untuk tidak meletakkan nya di dalam saku baju… memang kelihatannya lebih praktis.. tapi lebih baik mencegah dari pada mengobati kan ??
- saat tidur sebaiknya hp yang standby diletakkan berjauhan dengan kepala kita… nah biasanya kan di letakan di dekat kepala kalau lagi tidur kan?? ayo ngaku haha… itu juga berdampak negatif bagi otak kita secara tidak langsung radiasi itu berbahaya bagi otak ( pastinya ) …. biar lebih aman turn off aja hp nya waktu lagi tidur pertama pasti mengganggu bgt klo tiba” bunyi pas lagi mimpi indah XD… hehe
- saat menerima telepon sebisa mungkin menggunakan earphone.. kenapa.. karena saat terjadi panggilan telepon itulah tingkat radiasi tertinggi dari hp… memang ribet.. tapi this quite effective lho… ^^,
anyway segitu dulu tips sederhana yang mungkin dapat membantu… keep healthy and active
sumber : tempointeraktif.com
wkwkwk gambarnya XD






















Wah bahaya tuh gan…. lam kenal ya gan….